
Masih membekas dengan jelas di kepala saya, sudah tiga tahun berlalu sejak saya terakhir kali memainkan game multiplayer first person shooter alias FPS secara serius (baca: menaikkan level akun setinggi mungkin). GameFPS yang saya mainkan kala itu adalah Call of Duty: Black Ops II. Bagi saya, seri Call of Duty memiliki gameplay multiplayer yang tidak terlalu simpel tetapi tidak terlalu rumit juga, cocok sekali dengan selera saya.
Sayangnya, seri Call of Duty setelah Call of Duty: Black Ops 2 terasa kurang menarik bagi saya. Permainan yang monoton seperti Call of Duty: Ghoststampak basi di benak saya. Perubahan drastis yang dibawa Call of Duty: Advanced Warfare dan Call of Duty: Black Ops III juga kurang mampu membangunkan semangat saya dalam bermain FPS secara serius.
Kini hasrat saya sungguh berbeda dengan tiga tahun belakangan setelah saya memainkan Overwatch. Dengan bumbu kejeniusannya, Blizzard kembali menunjukkan tajinya. Game FPS yang masih dalam tahap beta ini tampak sangat menjanjikan dan ternyata mampu menggugah semangat saya untuk kembali bermain multiplayer FPS secara serius.
Terjun ke Medan Perang
Pada saat pertama kali masuk ke permainan, saya masih beranggapan kalau Overwatch hanyalah game yang kurang lebih sama seperti Team Fortress 2 yang pernah saya mainkan beberapa tahun yang lalu – dan saya kurang menyukainya. Ditambah lagi dengan tutorial yang menjelaskan teknis-teknis dasar seperti 21 hero yang bisa kamu mainkan yang dibagi menjadi empat kategori yaitu Offense, Defense, Tank, dan Support.
Kemudian masing-masing hero memiliki skill yang harus kamu baca penjelasannya secara seksama dan butuh waktu untuk mempelajarinya. Awalnya saya mengira hal semacam tadi sangatlah rumit dan tidak cocok dengan gaya bermain FPS saya yang lebih berorientasi ke Call of Duty. Setelah terjun langsung ke permainan, saya harus meminta maaf kepada diri saya sendiri karena saya telah salah beranggapan. Saya harus mengakui bahwa game ini sangat luar biasa!
Gerakan hero sangatlah luwes, efek-efek senjata yang dihasilkan sangatlah indah, unsur kekacauan tembak menembak ketika di medan perang terasa seru, dan yang terpenting adalah mempelajari skill hero ternyata tidak sesulit yang saya pikirkan di awal.
Sejauh ini saya telah mencoba enam hero, setiap skill hero diberi penjelasan yang singkat, padat, dan jelas. Setelah membaca kemudian melakukan tesskill, saya dapat secara cepat menangkap bagaimana dan kapan skilltersebut harus digunakan. Sangat jauh dari kata rumit yang sempat terlintas kuat di benak saya.
Jika kamu sudah pernah memainkan Team Fortress 2 sebelumnya, kamu pasti tidak akan canggung memainkan Overwatch dan dijamin cepat nyeteldengan gameplay yang ditawarkan oleh Overwatch.
Simpel dan Menyenangkan
Dalam salah satu mode permainan, kamu akan ditempatkan dalam sebuah peta yang memiliki power-up berupa penambah HP di titik-titik tertentu. Kemudian objektif kamu adalah melakukan escort sebuah kendaraan dari dari titik A menuju titik B. Atau jika kamu berada di pihak yang berseberangan, tugas kamu adalah mencegah lawan melakukan escorthingga waktu habis.
Objektif lain yang bisa kamu mainkan adalah Domination, yaitu menguasai (capture) titik tertentu di peta hingga mencapai poin yang telah ditentukan. Selama masa beta ini, hanya ada dua objektif itu saja yang disediakan. Pastinya ketika versi final dirilis, Overwatch akan menawarkan lebih banyak objektif yang ditawarkan.
Mindset bermain yang kamu pakai di Overwatch juga tidak terlalu berbeda jauh dengan Team Fortress 2. Ketika kamu berperan sebagai Tank, kamu akan memiliki HP yang sangat besar dan support yang dapat melakukan healakan menjadi partner terbaik kamu.
Sedangkan jika kamu menjadi Offense, kamu akan memiliki serangan yang lumayan besar dan memiliki gerakan lincah sehingga musuh pasti akan resah saking susahnya mereka untuk menembak kamu dengan tepat.
Bagian yang menurut saya paling mengesankan dari Overwatch adalah terdapat ultimate skill yang bisa digunakan ketikan gauge kamu penuh. Cara untuk meningkatkan gauge tersebut adalah dengan membunuh musuh atau memberikan assist. Ultimate skill yang kamu dapatkan sangatlah dahsyat dan saya sendiri sangat menikmati momen-momen ketika saya mendapatkanultimate skill.
Contohnya saat saya memainkan hero Widowmaker yang berprofesi sebagai sniper, saya mampu melihat musuh di mana pun posisi mereka berada. Contoh lain adalah ketika memakai hero Reaper yang bersenjatakan shotgun, saya mampu membuat diri saya menjadi tidak dapat di tembak dan mampu menembak 360 derajat selama beberapa detik.
Alhasil membunuh beberapa musuh sekaligus dapat saya gapai dengan heroik dan hal tersebut sangat-sangatlah menyenangkan. Sudah lama sekali saya tidak mendapatkan perasaan seperti tadi ketika bermain gameFPS, terima kasih Overwatch dan Blizzard!
Kesimpulan
Memang saya belum pantas untuk memberi nilai akhir kepada Overwatchkarena saat ini masih dalam tahap beta dan masih terdapat kemungkinan terjadinya perubahan dari berbagai sisi. Namun setelah memainkan beta ini, saya tidak akan segan-segan untuk membeli Overwatch ketika versi kompletnya rilis di awal tahun 2016 nanti. Kemudian, melalui Overwatchsaya akan bermain multiplayer FPS secara serius seperti tiga tahun yang lalu lagi.
No comments:
Post a Comment